Wednesday, May 27, 2009

Hak Angket Pecahkan Koalisi Pendukung SBY

Rabu, 27 Mei 2009 18:27 WIB. Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi sejumlah partai pendukung pasangan SBY-Boediono terancam. Sikap partai-partai pendukung ternyata tidak solid. Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat mengenai penggunaan hak angket mengenai daftar pemilih tetap bermasalah menjadi bukti. Sikap tiga fraksi yaitu PPP, PKB, dan PAN pecah.

Kontan, sejumlah kalangan menilai, penggunaan hak angket ini mengancam keutuhan koalisi pendukung pasangan SBY-Boediono pada pemiliha presiden, 8 Juli mendatang. Apalagi penggunaan hak angket dapat berujung pada pemakzulan presiden, seperti yang pernah dialami Presiden Abdurahman Wahid. Tak heran, jika ketua Fraksi Demokrat DPR, Syarif Hasan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dengan sikap mitra koalisi Demokrat.

Ketua Fraksi PPP, Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, dukungan PPP terhadap penggunaan hak angket tidak dapat dikaitkan dengan koalisi Partai Demokrat. Menurutnya, penggunaan hak angket ini justru sebagai bentuk dukungan PPP terhadap pemerintah guna membenahi DPT. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Effendi Choiri juga meminta Partai Demokrat tidak berlebihan. Karena menurutnya, koalisi tidak berarti harus mengorbankan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Sementara pengamat politik, Indria Samego mengatakan hak angket dan koalisi merupakan dua hal yang berbeda.

Dalam sidang paripurna, Selasa kemarin, DPR meloloskan penggunaan hak angket mengenai DPT bermasalah. Tidak hanya didukung Fraksi Golkar dan Fraksi PDI Perjuangan tetapi juga oleh seluruh anggota Fraksi PPP, tiga anggota Fraksi PAN, dan 16 anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa. Sementara Ketua Umum PKB yang memimpin siding, Muhaimin Iskandar menyatakan abstain.(FHD)


No comments:

Post a Comment