Tuesday, June 9, 2009

Ulama Tujuan Favorit Para Capres

09/06/2009 13:13. Liputan6.com, Semarang: Para ulama tampaknya masih menjadi tujuan favorit para calon presiden untuk didekati. Setidaknya hal inilah yang dilakukan capres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dengan menemui sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ulama di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/6).

Dukungan pada pasangan SBY-Boediono memang mengalir di Kota Semarang. Soliditas seperti inilah yang coba ditunjukkan oleh pendukung SBY yang terdiri dari unsur Partai Kebangkitan Bangsa, seperti Pemuda Nahdliyin dan Garda Bangsa. Namun, ketika dukungan terus mengalir, spanduk dukungan di sejumlah jalan justru dicopot panitia pengawas pemilu karena dianggap melanggar.(UPI)


Wednesday, June 3, 2009

Muhaimin Bantah Pencopotan Gus Choi Permintaan Demokrat


Rabu, 03 Juni 2009 9:23 WIB. Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengakui alasan pencopotan Ketua Fraksi PKB Effendi Choiri terkait persetujuan PKB dalam hak angket kisruh daftar pemilih tetap (DPT), Selasa pekan lalu. Hal tersebut diutarakan Muhaimin di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa (2/6) kemarin.

Akan tetapi, Muhaimin menyangkal jika pencopotan Gus Choi, panggilan Effendi Choiri, dilakukan atas desakan mitra koalisinya yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilu presiden 8 Juli mendatang. Menurut Muhaimin Iskandar, pencopotan Effendi Choiri sudah lama direncanakan. Itu dilakukan untuk menjaga kekompakan PKB di DPR.(DOR)


Monday, June 1, 2009

PKB Semarang Istighasah di Makam



01/06/2009 20:05. Liputan6.com, Semarang: Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa dan kalangan ulama menggelar istigasah di makam Ki Ageng Pandanaran, Jalan Mugas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/6) siang. Mereka berdoa untuk keberhasilan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Menurut Direktur Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB Abdul Kadir Karding, doa bersama ini adalah upaya batiniah bagi keberhasilan pekerjaan jasmaniah. Pendoa juga mengharapkan pilpres berjalan tertib, aman, dan demokratis.(ZAQ)


Kiai PKB Berdoa Untuk SBY


Senin, 01 Juni 2009 14:48 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Bermacam cara dilakukan tim sukses capres-cawapres agar calon yang didukungnya dapat berhasil dalam pertarungan pilpres nanti. Di Semarang, Jawa Tengah, misalnya. Puluhan kiai dan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar doa bersama untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono agar bisa memenangi pilpres. Acara digelar di sebuah makam wali pendiri Kota Semarang.

Menurut Ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir, doa dan ziarah di makam para ulama besar ini merupakan ikhitiar batin warga PKB untuk membantu pasangan SBY-Boediono memenangi pilpres. Selain itu, doa bersama ini bertujuan agar pelaksanaan pilpres berjalan lancar dan mendatangkan keselamatan bagi bangsa Indonesia.

Hal serupa berlangsung di Kuningan, Jawa Barat. Sejumlah orang menggunduli rambut kepalanya sebagai tanda dimulainya perjuangan untuk memenangkan pasangan SBY-Berbudi. Acara diisi dengan rebutan ikan gratis di kolam milik pengurus Partai Demokrat. Acara tersebut sebagai upaya untuk memberikan semangat para kader dan simpatisan agar terus memperjuangkan SBY-Berbudi supaya bisa menang dalam pilres.(DSY)



JK-Win Galang Dukungan di Ponpes Langitan dan Tawarkan Kesejahteraan Pesantren

Senin, 01 Juni 2009 1:08 WIB. Metrotvnews.com, Tuban: Pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto menemui kiai Langitan, Abdullah Faqih dan kiai serta ulama di Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur, Ahad (31/5). Tujuannya meminta doa restu dalam pemilihan presiden.

Kedatangan keduanya langsung disambut ribuan santri yang sudah menunggu sejak Ahad siang. JK-Win tiba di Ponpes Langitan sekitar pukul 17.30 WIB. Selain disambut kiai Abdullah Faqih, mereka disambut puluhan kiai dan ulama.(RAS)

Minggu, 31 Mei 2009 20:45 WIB. Metrotvnews.com, Gresik: Wakil Presiden Jusuf Kalla menawarkan penambahan anggaran untuk kesejahteraan pesantren. Alasannya, keberadaan lembaga pendidikan ini berperan penting dalam menata moralitas bangsa. "Peningkatan kesejahteraan para pengasuh pesantren patut mendapatkan perhatian," kata Jusuf Kalla ketika meresmikan Pondok Pesantren Darussalam di Desa Katimoho, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (31/5).

Ia mencontohkan, Pondok Pesantren Darussalam mempunyai arti penting dalam membantu mencetak moral generasi muda. Kalla mengajak warga Gresik agar memanfaatkan keberadaan pondok pesantren tersebut. "Tanpa partisipasi masyarakat, keberadaan pondok pesantren tidak akan bisa berkembang," kata calon presiden dari Partai Golkar dan Hanura itu.

Untuk meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren, kata Jusuf Kalla, pihaknya telah menginstruksikan kepada Gubenur Jawa Timur untuk menampung aspirasi kebutuhan pondok pesantren dan bila perlu memberikan bantuan anggaran kepada pesantren yang layak. "Saya tadi sudah berpesan kepada Gubenur Jawa Timur untuk membantu pesantren, dan memberikan anggaran khusus kepada para pengasuh pesantren di Jawa Timur untuk peningkatan kesejahteraan mereka," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Muhtadi, berharap Pemerintah bisa memberikan bantuan kepada pondok pesantrennya, utamanya bagi kesejahteraan para tenaga pengajar. "Kami mengusulkan tunjangan oleh Pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para tenaga pengajar, karena selama ini kondisi mereka belum sejahtera," katanya.

Dalam peresmian Aula Pondok Pesantren Darussalam, turut hadir Wakil Ketua MPR RI, Aksa Mahmud,

Gubenur Jawa Timur Soekarwo, Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya. Selain mengangkat isu kesejahteraan pondok pesantren, Kalla juga berpesan kepada masyarakat Gresik, agar terus meningkatkan produksi pertanian, dan perikanan demi menunjang perekonomian nasional.(MI/DOR)

PKB Bakal Copot Ketua Fraksi


01/06/2009 01:23. Liputan6.com, Jakarta: Lolosnya hak angket DPR tentang kisruh daftar pemilih tetap, ternyata masih berbuntut panjang. Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa segera mengganti Ketua Fraksi PKB di DPR. Ini menyusul lolosnya hak angket tentang kisruh DPT pada pemilihan umum legislatif lalu. Ketua DPP PKB Niam Salim menjelaskan rencana perubahan pimpinan ini di Jakarta, Ahad (31/5) siang.

Menurut Niam, Ketua Fraksi PKB sekarang Effendi Choiri dianggap gagal menerjemahkan keinginan partai dan gagal mengikuti mainstream politik PKB saat ini. Untuk diketahui, F-PKB merupakan salah satu fraksi yang sebagian besar anggotanya turut menandatangani hak angket DPR untuk mempertanyakan kisruh DPT. Selain F-PKB, fraksi lain mitra koalisi Partai Demokrat yang ikut tanda tangan adalah F-Partai Amanat Nasional dan F-Partai Persatuan Pembangunan [baca: PDIP Optimis Hak Angket Berlanjut].

Perubahan pimpinan ini belum diketahui oleh anggota F-PKB di DPR. Namun, perubahan ini tentu saja tidak membatalkan hak angket DPR yang telah disetujui Dewan melalui rapat pleno. Azwar Anas salah seorang anggota F-PKB menyatakan hak angket adalah hak setiap anggota Dewan yang digunakan untuk soal yang serius. Terlebih, soal DPT adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan sesuai konvensi dunia. Ia pun optimistis hak angket akan terus bergulir.

Azwar Anas membantah jika hak angket yang diajukan dianggap telah salah kaprah atau salah arah. Bagi dia, masalah ini sudah jelas dan terang-benderang. Alasannya, pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri sudah mengeluarkan anggaran untuk menyelesaikan DPT sejak 2007. Pada 2007 dikeluarkan dana Rp 230 miliar, tahun 1998 sebesar Rp 667 miliar, dan 2009 senilai Rp 174 miliar. Anggaran itu belum termasuk dana sebesar Rp 3,8 triliun untuk validasi kependudukan. Jadi, sudah Rp 5 triliun untuk validasi daftar pemilih tetap.

Menurut Azwar Anas, anggaran yang cukup besar itu perlu kepastian hukum. Namun ada kesan pembiaran atas kasus tersebut. Boleh dikatakan, hal itu sebagai kejahatan demokrasi. Sebab, banyak kalangan di DPR berupaya mereduksi masalah ini menjadi masalah administrasi semata. Masalah ini, menurut Azwar Anas, masalah serius untuk perjalanan bangsa ke depan.

Sebenarnya, DPR pernah mempersoalkan masalah terkait jauh-jauh hari. Namun, saat itu, pemerintah tidak merespons. Lolosnya hak angket membuat Partai Demokrat kecewa, partai mitra koalisi pun diminta menghormati kesepakatan dalam berkoalisi. Dalam kekecewaannya, Partai Demokrat menghibur diri dengan menyatakan hak angket akan gagal [baca: Demokrat Yakin Hak Angket Kandas].(ANS)